1.Lompat tali
Ini
adalah permainan kegemaran anak perempuan, walau kadang ada anak lelaki
yang juga ikut bermain. Alat bantu permainan ini sangat sederhana dan
sesuai namanya, yaitu tali. Tali ini dibuat dari karet gelang yang
disambung menjadi sebuah rantai. Panjangnya tali karet ini tergantung
seberapa banyak karet yang dimiliki.
Yang menantang dari permainan
ini adalah level ketinggian tali yang harus dilompati. Bagi pelompat
yang gagal melakukan lompatan, dia akan bergantian untuk menjadi petugas
pemegang tali tersebut.
Permainan ini umumnya dimainkan minimal 4 orang.
Aturan
permainan ini sangat sederhana. Ketinggian dimulai dari lutut, semakin
tinggi pinggang, bahu, kepala, dan satu lengan ke atas; kadang disebut
satu merdeka. Untuk ketinggian tali di bawah pinggang, pelompat dilarang
menyentuh tali saat melakukan lompatan.
Kemudian untuk ketinggian
berikutnya, pelompat harus bisa melompat tanpa bantuan tangan. Berapa
kali kesempatan agar pelompat dapat melakukan lompatan untuk satu level
ketinggian, ini merupakan hasil kesepakatan bersama.
Kemampuan bernegosiasi dan komitmen pada kesepakatan menjadi nilai sikap yang dapat dipelajari Si Anak.
2.Layang-layang
Permainan
layang-layang sangat digemari anak laki-laki. Layangan dimainkan di
lapangan pada saat angin bertiup kencang. Namun saat ini dengan
kepadatan ibukota, terkadang mereka bermain di atap rumah atau loteng.
Penuh dengan ide dan beradaptasi memang.
Sering kali mereka saling
mengadu layangan mereka dengan bersenjatakan senar gelasan. Senar ini
adalah benang yang diikatkan pada layangan, yang sekaligus sebagai alat
kontrol layangan tersebut. Layang yang putus karena kalah adu adalah
kemenangan yang dicari oleh pemainnya.
Ada juga layangan hias,
yang dibuat dengan bentuk tertentu. Ini berbeda dengan layangan aduan
yang berbentuk seperti belah ketupat. Kepuasan saat layangan hias itu
terbang adalah kenikmatan yang terbayarkan atas jerih payah saat
membuat.
Saat bermain layangan aduan, Si Anak diajarkan tentang
adaptasi, akurasi, dan kesabaran. Sebab terkadang lawan main juga
menggunakan jenis senar yang sama. Saat membuat layangan hias, ia
dilatih untuk mengembangkan keahlian spasial dan imajinasi bangun
sebelum membentuknya menjadi layangan.
3.Kelereng
Ini
adalah permainan yang digemari anak laki-laki. Banyak variasi dalam
bermain kelereng. Pemain dinyatakan menang jika dia memperoleh kelereng
terbanyak selama permainan. Proses negosiasi peraturan sebelum dimulai
terkadang berlangsung cukup lama, sebab pemain yang menang berhak atas
kepemilikan kelereng tersebut.
Si Anak dilatih untuk proses
negosiasi dalam permainan ini sekaligus sportivitas. Sebab jika dia
kehilangan kelereng dalam jumlah yang besar, Si Anak harus dapat
menerima kekalahan itu dengan legowo.
4.Ketapel
Bermain
ketapel sangatlah seru dan mengembangkan sikap rasa memiliki, sebab
pemain harus membuat ketapelnya sendiri. Ketapel dibuat dari dahan pohon
jambu untuk mendapatkan kekuatan yang besar, namun terkadang untuk
bersenang-senang pemain membuatnya dari jeruji bekas dari ban sepeda.
Keterampilan Si Anak membuat kerajinan dilatih dalam permainan ini, selain itu juga kemampuan menembak dengan akurat.
5.Gobak sodor atau galaxin
Merupakan
salah satu permainan kelompok yang dimainkan oleh 4 – 5 orang per tim.
Tiap tim berhadapan satu sama lain, poin dihitung dari jumlah pemain
yang dapat bolak-balik dari titik awal – akhir – awal.
Jika
anggota tim yang tersentuh anggota tubuhnya dinyatakan “mati” sehingga
tidak dapat melanjutkan dan harus menunggu di luar kotak permainan.
Si
Anak diajarkan untuk bersosialisasi, komunikasi efektif, sportivitas
dan mengatur strategi selain kemampuan motorik kasar dan daya tahan
fisiknya yang dilatih.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar