jam

Selasa, 12 Februari 2019

UJIAN 4

Ni  Q & A. Dan saya akan menjawab...

Q : Apa Motivasi Anda kursus di Widya Informatika?
A : Motivasi saya kursus di Widya Informatika ini.Ingin menambah Ilmu dan mendalami Ilmu Komputer.

Q : Tulisan Pesan dan kesan selama anda belajar di Widya informatika ?
A : Pesan saya.Semoga menjadi pendidikan yang sukses dan jangan patah semangat.Dan semoga ilmu yang di dapat bermanfaat bagi yang mempelajarinya.

Q :Berapa persen ilmu yang anda serap selama proses belajar Internet?
A : Masih 99% ilmu yang saya serap,dan sekarang saya ingin lebih giat belajar supaya ilmu yang saya dapat menjadi 100% .

KUPU-KUPU KERTASKU


UJIAN 2


Melalui PhotoShop



UJIAN 1

Ujian 1 di Edit dengan Pizap.






Selasa, 05 Februari 2019

Permainan jaman Old

1.Lompat tali

2. Lompat tali
Ini adalah permainan kegemaran anak perempuan, walau kadang ada anak lelaki yang juga ikut bermain. Alat bantu permainan ini sangat sederhana dan sesuai namanya, yaitu tali. Tali ini dibuat dari karet gelang yang disambung menjadi sebuah rantai. Panjangnya tali karet ini tergantung seberapa banyak karet yang dimiliki.
Yang menantang dari permainan ini adalah level ketinggian tali yang harus dilompati. Bagi pelompat yang gagal melakukan lompatan, dia akan bergantian untuk menjadi petugas pemegang tali tersebut.
Permainan ini umumnya dimainkan minimal 4 orang.
Aturan permainan ini sangat sederhana. Ketinggian dimulai dari lutut, semakin tinggi pinggang, bahu, kepala, dan satu lengan ke atas; kadang disebut satu merdeka. Untuk ketinggian tali di bawah pinggang, pelompat dilarang menyentuh tali saat melakukan lompatan.
Kemudian untuk ketinggian berikutnya, pelompat harus bisa melompat tanpa bantuan tangan. Berapa kali kesempatan agar pelompat dapat melakukan lompatan untuk satu level ketinggian, ini merupakan hasil kesepakatan bersama.
Kemampuan bernegosiasi dan komitmen pada kesepakatan menjadi nilai sikap yang dapat dipelajari Si Anak.


2.Layang-layang

3. Layang-layang
Permainan layang-layang sangat digemari anak laki-laki. Layangan dimainkan di lapangan pada saat angin bertiup kencang. Namun saat ini dengan kepadatan ibukota, terkadang mereka bermain di atap rumah atau loteng. Penuh dengan ide dan beradaptasi memang.
Sering kali mereka saling mengadu layangan mereka dengan bersenjatakan senar gelasan. Senar ini adalah benang yang diikatkan pada layangan, yang sekaligus sebagai alat kontrol layangan tersebut. Layang yang putus karena kalah adu adalah kemenangan yang dicari oleh pemainnya.
Ada juga layangan hias, yang dibuat dengan bentuk tertentu. Ini berbeda dengan layangan aduan yang berbentuk seperti belah ketupat. Kepuasan saat layangan hias itu terbang adalah kenikmatan yang terbayarkan atas jerih payah saat membuat.
Saat bermain layangan aduan, Si Anak diajarkan tentang adaptasi, akurasi, dan kesabaran. Sebab terkadang lawan main juga menggunakan jenis senar yang sama. Saat membuat layangan hias, ia dilatih untuk mengembangkan keahlian spasial dan imajinasi bangun sebelum membentuknya menjadi layangan.



3.Kelereng

8. Kelereng
Ini adalah permainan yang digemari anak laki-laki. Banyak variasi dalam bermain kelereng. Pemain dinyatakan menang jika dia memperoleh kelereng terbanyak selama permainan. Proses negosiasi peraturan sebelum dimulai terkadang berlangsung cukup lama, sebab pemain yang menang berhak atas kepemilikan kelereng tersebut.
Si Anak dilatih untuk proses negosiasi dalam permainan ini sekaligus sportivitas. Sebab jika dia kehilangan kelereng dalam jumlah yang besar, Si Anak harus dapat menerima kekalahan itu dengan legowo.


4.Ketapel

9. Ketapel
Bermain ketapel sangatlah seru dan mengembangkan sikap rasa memiliki, sebab pemain harus membuat ketapelnya sendiri. Ketapel dibuat dari dahan pohon jambu untuk mendapatkan kekuatan yang besar, namun terkadang untuk bersenang-senang pemain membuatnya dari jeruji bekas dari ban sepeda.
Keterampilan Si Anak membuat kerajinan dilatih dalam permainan ini, selain itu juga kemampuan menembak dengan akurat.

5.Gobak sodor atau galaxin

4. Gobak sodor atau galaxin
Merupakan salah satu permainan kelompok yang dimainkan oleh 4 – 5 orang per tim. Tiap tim berhadapan satu sama lain, poin dihitung dari jumlah pemain yang dapat bolak-balik dari titik awal – akhir – awal.
Jika anggota tim yang tersentuh anggota tubuhnya dinyatakan “mati” sehingga tidak dapat melanjutkan dan harus menunggu di luar kotak permainan.
Si Anak diajarkan untuk bersosialisasi, komunikasi efektif, sportivitas dan mengatur strategi selain kemampuan motorik kasar dan daya tahan fisiknya yang dilatih.

Metamorfosa Kupu Kupu

Tentang metamorfosa Kupu kupu.





Amazing Life Cycle of a Monarch Butterfly